BAB I: METODE GRANADA SISTEM 4 LANGKAH UNTUK MENERJEMAHKAN AL-QUR’AN

Surel Cetak PDF

1. Latar Belakang

Indonesia dengan dengan penduduknya yang mayoritas beragama Islam, sangat potensial sekali untuk bangkit dan terangkat martabatnya, jika Al-Qur’an difungsikan sebagai dasar pengambilan hukum dan semangat hidup bangsa. Ketika sebuah bangsa yang besar tidak memegang teguh agama besarnya, maka jati diri bangsa tersebut telah hilang dan atau terkalahkan oleh budaya bangsa lainnya.

  • Berpalingnya satu pemeluk dari agama yang dianutnya, bisa disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain:
  • agama dianggap hanya merupakan formalitas belaka
  • agama dianggap tidak bisa memberikan kontribusi (sumbangsih) bagi penyelesaian sebuah masalah. Oleh karenanya agama dianggap tidak perlu.
  • Semakin kritisnya seseorang terhadap agama (kitab suci) yang dipeluknya dan mereka menganggapnya memiliki banyak sekali kekeliruan atau kontradiksi antara satu ayat dengan ayat lainnya atau antara ayat dengan akal fikiran karena bodohnya seorang pemeluk akan kitab suci yang dimilikinya.

Dalam agama  Islam, faktor ketiga tidak akan terjadi, karena semakin orang itu cerdas dan mengkritisi Al-Qur’an, maka ia akan semakin yakin dan percaya bahwa Al-Qur’an benar-benar juru selamat dan pelita hati yang besar. Faktor pertama dan kedua akan terjadi manakala agama terlalu lama disajikan para pemeluknya hanya untuk hal-hal yang bersifat ritual dan ceremonial belaka, sehingga tidak menyentuh hajat riil pemeluknya. Khusus untuk agama Islam, dua faktor ini akan terjadi manakala pemahaman mereka terhadap Al-Qur’an dan Al-Hadits sangat dangkal atau kedua kitab ini tidak dipahami dan disemangati sebagaimana mestinya.

Sebagai bangsa yang pernah lama dijajah (3 ½ abad oleh Belanda dan 3 ½ tahun oleh Jepang), wajar sekali jika seedikit banyak masih terpengaruh oleh pola pikir kaum penjajah. Salah satunya adalah anggapan bahwa Al-Qur’an itu sulit. Anggapan ini sampai sekarang merupakan salah satu penyakit yang menyebabkan orang Islam Indonesia khususnya, jauh dari Al-Qur’an. Kalau penyebabnya satu pandangan bahwa Al-Qur’an itu sulit, maka kita harus mengobatinya dengan membangun pandangan atau pendapat bahwa Al-Qur’an itu mudah. Jika pandangan ini sudah terbangun, maka orang tidak perlu merasa takut atau malu lagi mempelajari kitab suci Al-Qur’an, baik bacaan, bahasa maupun tafsirnya.

Dilatarbelakangi oleh hal tersebut, penyusun berusaha sekuat daya untuk membangun pendapat bahwa Al-Qur’an itu mudah, baik bacaan, bahasa, menghafal maupun tafsirnya. Untuk belajar membaca dan menghafal, penulis telah menyusun metode Katibah sistem 1 ½ jam. Untuk belajar menerjemahkannya, penulis telah menyusun metode GRANADA sistem 8 jam yang bukunya sedang di hadapan pembaca budiman sekalian.

You are here Buku Panduan BAB I: METODE GRANADA SISTEM 4 LANGKAH UNTUK MENERJEMAHKAN AL-QUR’AN